Anies: Pipanisasi Air Minum Hambat Penurunan Tanah di Jakarta


Jakarta, TSAQOFAH.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa penurunan permukaan tanah di Jakarta terjadi di kawasan nonpipanisasi. Pernyataan Anies menanggapi temuan Kementerian ESDM soal air laut sudah masuk ke kawasan Monas bagian utara.

“Beberapa waktu lalu, tim peneliti dari JICA (Badan Kerjasama Internasional Jepang) mempresentasikan kepada kita hasil pantauan penurunan permukaan tanah di Jakarta. Dan datanya menunjukkan temuan yang menarik," kata Anies kepada wartawan di Balaikota di Jakarta, Selasa (15/4).

Ia mengatakan, temuan menarik dari hasil pantauan JICA itu adalah bahwa penurunan tanah yang terjadi di beberapa titik. Titik-titik itu mengalami penurunan di tempat yang tidak melakukan pipanisasi air minum.

"Perlu saya garis bawahi di sini. Di tempat yang kita melakukan pipanisasi air minum, maka penurunan permukaan tanahnya berhenti. Tapi di tempat yang belum ada pipa air minum, penurunan tanahnya berjalan terus," katanya.

Atas hasil temuan JICA tersebut, Anies menyatakan, pihaknya menarik kesimpulan bahwa sangat penting mempercepat pipanisasi air minum untuk mencegah penurunan permukaan tanah lebih jauh. Jelas sekali dari temuan itu.

“Karenanya kita berkepentingan mempercepat persoalan pengelolaan tata kelola air ini supaya bisa mencegah penurunan permukaan tanah, sekaligus memastikan setiap warga mendapatkan air bersih untuk bisa diminum,” katanya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologinya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan di Jakarta. Salah satu yang menjadi isu besar adalah kota metropolitan ini berpotensi tenggelam.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya melalui Badan Geologi sudah melakukan kajian terkait penurunan permukaan tanah. Tercatat hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari asalnya, khususnya di Jakarta bagian utara. Bahkan air laut sudah mencapai kawasan Monas area utara. (minanews)

Posting Komentar

0 Komentar