Visi Netanyahu tentang Gaza dan Tepi Barat

Oleh DR. Yusuf Rizqa

Netanyahu memiliki visi politik khusus terkait deal of century, Otoritas Palestina di Ramallah, dan Hamas di Jalur Gaza. Netanyahu bersikeras mengajukan garis-garis besar visinya ini sebelum pemilu. Apa yang dikatakan Netanyahu mungkin dapat memberinya lebih banyak suara dalam pemilu dan memotong jalan bagi tren (tawar-menawar) yang sedang berkembang. Visi Netanyahu ini datang empat hari sebelum pemilu, melalui surat kabar Israel yang dekat dengannya sesuai dengan pemilihan waktu dan tujuan yang dimaksudkan.

Netanyahu tidak terisolasi dari proses mengolah dan mematangkan deal of century. Akan tetapi dia menunjukkan jarak dari proses tersebut, seolah-olah Amerika berencana untuk mengisolasinya. Karena itu dia menetapkan tiga syarat untuk menerima kesepakatan tersebut. Pertama, tetap mempertahanan permukiman-permukiman Yahudi (di Tepi Barat dan al-Quds) berada di bawah kedaulatan Israel. Kedua, tidak boleh ada pembagian al-Quds atau Yerusalem (al-Quds barat dan timur untuk Israel). Ketiga, Israel mengontrol lokasi-lokasi yang ada sebelah barat Sungai Yordan.

Tiga syarat ini adalah tuntutan permanen permanen ultra kanan, kaum agamis, dengan berbagai afiliasi partai mereka, dan saya tidak yakin partai-partai kiri tengah menolak atau menentangnya. Koalisi (biru putih) tidak menawarkan proposal untuk membagi al-Quds atau menarik diri dari Lembah Jordan. Saya juga tidak yakin koalisi ini bisa menyampaikan proposal ini.

Netanyahu, yang mengungkapkan syarat-syaratnya dalam bahasa yang tegas dan tidak ambigu, menarik solusi dua negara, konsep perbatasan 1967, dan akhirnya mengakhiri proyek negosiasi Abbas. Dia bahkan dia terus meju melangkah dengan menolak keterhubungan antara Gaza dan Tepi Barat. Keduanya adalah entitas yang terpisah. Saya pikir ini bukan hal yang buruk bagi Israel. Hal ini yang dibawa sendiri oleh Abu Mazen dengan kedua tangannya. 

Dia telah mengurangi transfer dana. Saya yakin karena itu dia akan mengobarkan Gaza dan akan menduduki Gaza dengan harga berdarah. Dia akan mendapatkan Gaza di piring perak dengan darah Israel, dan itu belum terjadi. Lalu dia berkata, "Siapa pun yang percaya bahwa negara Palestina akan berdiri ke sini melalaikan kami dari dua arah, maka ini tidak akan terjadi."

Netanyahu berpendapat bahwa dia berhasil menghalangi Hamas. Dia telah membunuh lebih dari 300 warga Palestina di pagar (perbatasan timur Jalur Gaza). Dia berpendapat bahwa Hamas terkekang dan ingin masa tenang untuk bangkin bertahan menghadapi tekanan besar di Gaza. Netanyahu tidak lupa strategi memindahkan konflik ke musuh lain. Di mana dia menyebut bahaya Iran dan Israel radikal sebagaimana yang di klaim.

Secara global, visi Netanyahu ini dapat disimpulkan dalam beberapa poin, berdasarkan pernyataannya baru-baru ini. (Yaitu, menerima deal of century dengan tiga syarat yang disebutkan di atas; mempertahankan perpecahan internal Palestina. Menolak berdirinya negara Palestina, bak di Tepi Barat atau di Gaza. Memindahkan bahaya di kawasan ke Iran dan pemerintah-pemerintah Israel. Menjaga kehidupan kemanusiaan di Gaza agar tidak membahayakan Israel, tidak ada perang di Gaza untuk kepentingan Abbas). Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana orang Palestina dapat menghadapi visi Netanyahu ini? (sumber:pip)

Posting Komentar

0 Komentar