Tanoto Foundation-Room to Read Hibahkan Buku Bacaan Ramah Anak


Jakarta, TSAQOFAH.COM  Lembaga filantropi yang fokus utamanya pada pendidikan Tanoto Foundation menggandeng Room to Read untuk memberikan hibah buku-buku bacaan yang ramah anak.
Saifullah Program Manager Provisi Education yang menjadi mitra operasional Room to Read Indonesia menjelaskan, untuk tahap pertama, ada 17.880 buku bacaan dihibahkan untuk 298 SD dan MI yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jambi, Riau, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.
Room to Read Indonesia adalah sebuah lembaga mempunyai program untuk mencerdaskan anak-anak, dan penyedia literasi anak.
“Buku-buku bacaan ini disebut ramah anak karena mulai teks, ilustrasi gambar, dan isi pesannya disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Buku-buku ini dibuat berjenjang yang disesuaikan dengan kemampuan membaca anak, bukan berdasarkan jenjang kelas atau usia anak,” kata Saifullah di Jakarta, Selasa (22/1), demikian keterangan pers yang diterima MINA.
Dia mengatakan, penyediaan buku-buku bacaan berkualitas di sekolah menjadi faktor penting untuk mendorong minat dan kemampuan membaca siswa. Apalagi saat ini masih belum banyak tersedia buku-buku bacaan berkualitas untuk anak-anak kelas awal yang baru belajar membaca.
Menurutnya, dari pendataan awal 2018 (baseline) yang dilakukan di 28% sampel sekolah dan madrasah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation, hanya 9% sekolah yang memiliki inisiatif untuk menyediakan buku-buku bacaan nonbuku paket.
Sampai Januari 2019, sudah ada 55 judul buku yang dikembangkan oleh Room to Read bersama para penulis dan illustrator lokal. Pada Maret 2019 akan disusul sebanyak 20 judul cerita anak terbaru.
Saifullah mengatakan, isi cerita yang dikembangkan bervariasi dan banyak mengambil dari kisah rakyat berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Seperti kisah Persahabatan Putri Pandan Berduri cerita lokal dari Kepulauan Riau atau I Belog yang mengambil karakter anak dari Bali dan cerita Gatot Kaca.
“Buku-buku yang dikembangkan Room to Read di Indonesia berfokus pada penjenjangan level rendah. Teks ceritanya mulai dari beberapa kalimat pendek sampai beberapa kalimat yang bervariasi dengan ilustrasi yang sangat baik yang membuat anak tertarik untuk membaca buku,” ujarnya.
Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Stuart Weston mengatakan, hibah buku ini juga untuk memantik pengelola sekolah menciptakan ragam kegiatan untuk mendorong minat membaca siswa. Program budaya baca dapat berhasil bila ada buku yang meningkatkan minat membaca siswa.
“Lebih dari 4.100 kepala sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah sudah kami latih untuk berinisiatif mengembangkan ragam program budaya baca. Mereka juga difasilitasi untuk dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami isi buku,” tukasnya.
Pada tahun ini, Tanoto Foundation menargetkan lebih dari 160 ribu buku bacaan yang ramah anak akan dihibahkan ke 440 sekolah dan madrasah mitra Program PINTAR.
Penyediaan buku bacaan anak yang ramah anak, menurut Angie Anggari, pendiri Sekolah Tara Salvia, mengatakan, pada era industri 4.0, kebiasaan membaca memiliki peran penting dalam menjamin keberlangsungan belajar seumur hidup secara mandiri. Kebiasaan membaca seseorang membuat dia bisa terus belajar di mana saja dan kapan saja.
“Kebiasaan membaca juga merupakan sarana untuk mengembangkan kemampuan mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi pada diri siswa sejak dini,” tambahnya.(minanews.net)

Posting Komentar

0 Komentar