Mengenal Totok Punggung

Tsaqofah.com - Totok punggung merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah kemacetan maupun ketidaksingkronan dalam organ tubuh kita. Simple dan praktis, bisa untuk semua kalangan, baik kaya maupun miskin, tua, muda, bayi, anak-anak dan juga wanita hamil, insya Allah aman dalam aktivitas totok ini. Simple dan praktis karena hanya menggunakan jari tangan yang ada pada kita (kecuali beberapa orang tertentu).

Jadi, tidak menutup kemungkinan bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya. Umumnya 3 jari yang digunakan untuk aktivitas totok yakni telunjuk, tengah dan manis. Dan tidak menutup kemungkinan jari jempol ikut aktif untuk hal tertentu. Dikatakan totok punggung karena dilakukan hanya pada area punggung saja, mulai dari bahu kiri dan kanan, tengah bagian belakang leher sampai pinggul.

Lalu, pertanyaannya adalah, mengapa hanya di daerah punggung saja yang di totok?. Jawabnya, karena di daerah itulah sangat jelas terlihat dan terasa (saat ditotok) terdapat adanya gangguan pada aliran darah kita maupun kelainan organ tubuh lainnya. 

Jika terjadi penyumbatan atau terganggunya organ tubuh, maka saat ditotok akan terasa adanya ganjalan dan bagi yang ditotok akan merasakan sakit atau sebaliknya merasa nyaman jika dibagian tertentu ditotok. 

Jika mengalami banyak penyumbatan, maka akan terlihat dengan jelas setelah ditotok. Jika kita masuk angina, lebih baik ditotok saja, lebih aman ketimbang jika dikerok, karena tidak berakibat terbukanya pori-pori tubuh.

Efek setelah ditotok jika ada penyumbatan/angin bisa merasa linu atau pegal pada bagian yang mengalami masalah pada malam hari dan keesokannya sesuai dengan kasusnya. Apalagi jika pertama kali baru ditotok, maka akan lebih terasa sekali linu atau pegalnya sesuai dengan masalah pada tubuh, namun untuk kedua kali dan selanjutnya, maka akan berkurang seiring berkurangnya penyumbatan dan mengalirnya aliran darah dengan lancar. 

Dengan totok punggung, kata ustadz Abdurrahman, maka aliran darah dalam tubuh kita akan lancar karena semua pusat syaraf dan pusat penyumbatan aliran darah dalam tubuh ada di punggung. Totok punggung ini akan membantu mendeteksi penyakit kita, di aliran manakah darah tersumbat, langsung dari sumbernya.

Ustadz Abdurrahman juga banyak bercerita terkait beberapa pasien totok punggung yang ditanganinya mengaku banyak mengalami perubahan dalam diri bahkan setelah pertama kali datang. Salah satu pasien yang menderita vertigo akut, bahkan divonis dokter terkena masalah pada otaknya, namun, pasien tersebut merasa sakit pada punggungnya sehingga tidak bisa menunaikan shalat shubuh dan isya secara normal. 

Dokter mengatakan, bahwa masalah penyumbatan aliran darah ada di otak karena setelah di cek di lab, tidak ada gangguan tertentu di organ-organ tubuhnya. Namun, pasien tersebut tetap merasa aneh, karena disamping kepalanya, punggungnya juga terasa sangat sakit sekali. Dan sumber penyakit vertigonya pun tidak ditemukan. 

"Alhamdulillah, dengan izin Allah, pasien tersebut pergi ke klinik Totok Punggung Pro Health. Ternyata ada aliran darah di jantung yang tersumbat, sehingga oksigen yang menuju otak seharusnya lancar, menjadi tidak lancar. Inilah yang menyebabkan sakit vertigo yang begitu hebat di kepalanya. Lalu, sumber penyumbatan yang ada di jantung diurai melalui pengobatan totok punggung, dan sampai saat ini pasien tersebut tidak lagi mengeluh sakit vertigo,” cerita ustadz Abdurrahman.

Mendengar cerita yang disampaikan ustadz, saya pun membenarkan cerita yang disampaikan ustadz Abdurrahman. Karena, saya pun merasakan sakit vertigo yang cukup mengganggu. Karena itu di hari kedua, Minggu 4 Januari 2015, saya menjadi peserta nomor 2 yang ikut maju untuk di totok punggung.

Kini, klinik Totok Punggung Pro Health yang telah dibuka pada 2011 ini sudah berkembang menjadi 6 klinik. Berbagai testimoni tentang totok punggung ini juga juga disampaikan ustadz Abdurrahman, mulai dari penyakit jantung, ginjal, hernia, diabet, parkinson, syaraf terjepit, dan lainnya berangsur sembu setelah satu kali ditotok punggungnya. 

Peserta juga diberikan informasi terkait emergency yang harus dilakukan dengan totok punggung jika suatu saat bertemu dengan orang yang membutuhkan penanganan segera. Ustadz Abdurrahman juga bercerita tentang seorang bapak yang sudah satu bulan namun susah untuk menggerakkan leher. “Setelah di totok punggung, alhamdulillah, lehernya bisa kembali digerakkan,” cerita ustadz Abdurrahman.

Ustadz Abdurrahman juga mengungkapkan, bahwa membangun klinik totok punggung tersebut, landasan utamanya adalah karena misi dakwah. “Saya ingin, semua masyarakat tidak lagi konsumtif dengan obat-obatan kimia yang justru akan membunuh manusia sendiri,” ungkap ustadz Abdurrahman.

Dengan pengobatan totok punggung ini, rumah sakit bisa menjadi pengobatan alternatif karena bila masyarakat bisa mengobati diri mereka sendiri, maka kemungkinan kecil, tidak akan ada lagi antrian kartu sehat di rumah sakit. Ustadz Abdurrahman juga mengungkapkan bahwa dirinya selalu terbuka dengan mengundang mereka yang ingin belajar mengenai dahsyatnya manfaat totok punggung dan tatacara totok punggung setiap sebulan sekali di klinik Prima Petamburan I, Pedurenan Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi (dekat Kantor Kelurahan Jatiluhur).


Sepenggal Kisah 

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia barat, serta kode etik yang mengikat. Begitu pula menurut dr. Ririn Ahdiyati, sebelum akhirnya dipertemukan dengan pengobatan totok punggung dengan takdir Allah.

Pada April, 2016, dr. Ririn Ahdiyati, seorang dokter yang saat itu sedang melanjutkan studi dokter spesialis di FK UI, tiba-tiba merasa mudah sesak, walau hanya sekedar naik turun tangga. Akhirnya, atas desakan beberapa kolega, ia periksakan diri ke sebuah rumah sakit. Kemudian oleh dokter diminta untuk cek MRI jantung, karena diduga terkena penyakit jantung.

Gejala penyakit jantung sebenarnya sudah dirasakan sepuluh tahun sebelumnya, berupa rasa berdebar-debar tanpa sebab, namun dianggap hanya sekedar gejala biasa. Termasuk ketika kemudian rasa nyeri di dada sebelah kiri saat kuliah kedokteran. Dokter yang memeriksa, spesialis jantung lulusan Jerman dan kebanggaan rumah sakit, memvonis dr. Ririn Ahdiyati terkena penyakit jantung genetik. Penyakit langka yang membuat ventrikel jantung sebelah kiri hanya berfungsi 37%, sedang yang kanan masih 90%. Tidak bisa disembuhkan, bahkan dengan operasi sekalipun. Si penderita divonis bisa mati kapanpun secara mendadak.

Sang Dokter, karena penyakit langka, meminta dr. Ririn Ahdiyati menjadi sukarelawan untuk diteliti penyakitnya. Tentu saja dr. Ririn menolak, dan memutuskan berhenti berobat. Di tengah vonis dokter yang seakan menentukan nasib hidup mati seseorang, dr. Ririn kemudian teringat bahwa kesembuhan itu datangnya dari Allah. Manusia hanya bisa berikhtiar, berusaha semampunya. Jika dunia kedokteran sudah “putus asa”, apakah tidak ada ikhtiar lainnya?

Maka, dr. Ririn Ahdiati mencoba pengobatan alternatif. Walau tidak sejalan dengan logika kedokteran di kepalanya, tetap ia coba. Toh, vonis sudah dijatuhkan. dr. Ririn kemudian diterapi totok punggung oleh Ustadz Abdurrahman. Pertama kali ditotok, rasa sakit bekas totokan tidak hilang sampai tiga hari tiga malam lamanya. Namun, badan terasa enak. Maka, ia teruskan sampai delapan kali terapi.

Pada kali ke delapan, setelah diterapi rutin dua kali seminggu, berdebarnya hilang, nyeri di dada berkurang jauh, juga sesak berkurang jauh. Hingga hari ini, dr. Ririn Ahdiyati bisa beraktifitas seperti biasa, bahkan membuat klinik yang memadukan ilmu kedokteran yang dimilikinya dengan terapi totok punggung.

Keberanian dr. Ririn Ahdiyati memadukan terapi totok punggung dengan ilmu kedokteran karena selain mengalami sendiri, juga berdasarkan riset yang dilakukan, sehingga terapi totok punggung bisa diterima secara logika kedokteran modern.

Secara anatomi, punggung adalah pangkal peredaran darah dan syaraf sebelum ke organ-organ di seluruh tubuh. Oleh karena itu, jika terjadi gangguan berupa sumbatan pembuluh darah di punggung, maka fungsi organ yang berada di ujung akan terganggu.

Penyumbatan pembuluh darah itu sendiri sudah dikenal di dunia kedokteran. Contoh yang dikenal masyarakat adalah penyakit stroke, berupa penyumbatan pembuluh darah ke otak yang menyebabkan lumpuh sebelah. Sedangkan penyumbatan pembuluh darah yang menuju organ-organ lain juga mengakibatkan penyakit lain, seperti gagal ginjal, diabetes (pangkreas), dan lain-lain.

Mengapa bisa tersumbat? Banyak hal penyebabnya. Cara hidup (life style) yang tidak sehat sehingga terlalu banyak menumpuk lemak dan gula menjadi salah satu sebabnya. Sebab-sebab lain juga banyak. Sedangkan totok punggung yang bisa mengobati penyakit-penyakit berat, bisa dijelaskan melalui konsep self healing mechanism(mekanisme penyembuhan diri sendiri). Tubuh manusia secara otomatis akan memperbaiki diri sendiri jika sel-selnya rusak, seperti saat luka di kulit yang berangsur-angsur pulih. Self healing mechanism dapat terjadi asalkan nutrisi dan oksigen dapat tersalur dengan baik melalui pembuluh darah yang lancar tanpa tersumbat.

Sebaliknya, organ-organ juga akan tidak berfungsi atau bekerja normal apabila kekurangan energi yang berasal dari nutrisi dan oksigen yang diantar melalui darah. Akibatnya, akan timbul gangguan. Semakin lama terjadi, organ akan rusak karena tidak terpakai dan tidak mendapat asupan untuk mengganti sel-sel yang rusak.

Tidak hanya teori, beberapa pasien dr. Ririn dengan penyakit berat seperti diabetes melitus, berangsur membaik dengan terapi totok punggung di titik pembuluh darah yang menuju pangkreas. Tentu, tidak seketika penyakit hilang, ada proses yang perlu kesabaran. Selain itu, pasien yang terkena penyakit akibat gaya hidup yang tidak sehat perlu memotivasi diri untuk merubah diri. Jika tidak, penyakit akan kembali lagi.

Bagaimana dengan penyakit yang datangnya dari luar seperti virus dan bakteri? Terapi totok punggung bisa membantu dengan memberi rangsangan di titik-titik yang membangkitkan daya imunitas tubuh lebih kuat. Dari beberapa uraian tersebut, bisa disimpulkan bahwa terapi totok punggung menjadi pilihan yang sangat masuk akal dari sisi logika kedokteran. Namun bukan hanya itu, terapi totok punggung punya keunggulan dibandingkan dengan terapi-terapi lainnya.

Keunggulan yang pertama, totok punggung sangat minim efek samping. Bisa untuk siapa saja, usia berapa saja, kondisi apapun bahkan bagi ibu hamil atau orang tua renta.  

Keunggulan yang kedua, terapi totok punggung sangat mudah dipelajari, dan oleh penemunya  (Ustadz Abdurrahman) dianjurkan disebarluaskan tidak boleh disembunyikan. Keunggulan yang ketiga, bisa mendeteksi penyakit atau potensi penyakit sebelum semakin berat.

Dari ketiga keunggulan ini, tidak ada salahnya jika dipelajari semua keluarga di Indonesia, sebagai salah satu cara ikhtiar untuk hidup sehat dan berkualitas.


Posting Komentar

0 Komentar