Israel Akui, Hamas di Gaza Tak Terkalahkan

Oleh Dr. Adnan Abu Amer

Dengan ditutupnya lembaran agresi Israel baru-baru ini terhadap Gaza, Israel menyerukan upaya intensif dengan segala cara, berapapun harganya, untuk mencegah meletusnya konfrontasi militer yang sengit di Gaza hanya beberapa hari menjelang pemilu parlemen Israel. Karena alasan operasional militer, tampaknya pasukan penjajah Israel tidak tertarik untuk melakukan operasi militer ini secara luas di Gaza, karena mungkin operasi tersebut tidak berguna.

Dinas keamanan Israel khawatir faksi-faksi Palestina sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan penjajah Israel menghindari kesepahaman yang telah disepakati dalam beberapa hari terakhir, yang bisa mendorong faksi-faksi Palestina bereaksi dengan menembakkan roket ke Israel pada tingkat yang berbeda.

Perkembangan ini mungkin memaksa tentara Israel untuk melakukan operasi militer di Jalur Gaza guna menghentikan roket-roket tersebut, meskipun lembaga keamanan dan militer di Israel percaya bahwa godaan untuk pertempuran ini di Gaza tidak diinginkan, bukan karena waktunya yang mendekati pemilu Israel dan pembentukan pemerintahan baru, akan tetapi karena operasi ini mungkin tidak berhasil, tidak akan bisa mewujudkan tujuan-tujuan operasi, jauh dari detail.

Pasukan penjajah Israel juga lebih suka melakukan operasi ini waktu lain yang dipilihnya sendiri, bukan Hamas, untuk mengeksploitasi elemen kejutan dari Hamas. Karena itu tentara Israel lebih memilih untuk tidak melakukan operasi ini dalam beberapa hari ke depan.

Unsur lain yang menghalangi Israel melancarkan operasi militer di Gaza adalah soal legitimasi internasional. Karena setelah puluhan warga Palestina yang tidak bersalah terbunuh di perbatasan Gaza, Israel merasa sulit untuk memberikan kredibilitasnya kepada publik internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk melakukan operasi apa pun di Gaza, khawatir bila itu dilakukan disebut sebagai operasi agresi biadab terhadap warga Gaza yang terisolasi dan tidak bersenjata.

Jadi bagitulah, di saat Netanyahu menolak untuk pergi berperang di Gaza, bersamaan dengan dekatnya waktu pemilu yang akan datang, tentara Israel tidak memilih untuk melakukan operasi ini dalam beberapa hari mendatang, yang berarti bahwa sekarang ini bola bergulir dari sebuah permainan ke sebuah permainan antara Hamas, Mesir dan Israel.

Kesimpulan terbaik dari kalimat-kalimat ini adalah pengakuan Israel yang diungkap oleh penulis Israel Oded Shalom dalam editorial Yediot Ahronot, "Pada saat pemilu, tidak ada orang-orang Israel yang bersaing bangkit untuk mengatakan kebenaran bahwa Hamas tidak dapat dikalahkan, meskipun Hamas tertinggal di belakang kita dalam segala skala militer, pasukan kita dilengkapi dengan teknologi paling modern dan canggih. Angkatan udara, darat dan laut kita telah menghujadi peluru dengan akurat dan mematikan, menghancurkan seluruh Gaza, dan hal itu dapat dilakukan dari jarak jauh, hanya dengan menekan sebuah tombol, meskipun demikian kita tidak dapat mengalahkan Hamas."

Dia menambahkan, "Masuk ke Jalur Gaza seperti masuk ke hutan Vietnam. Superioritas tentara Israel akan menghilang ke dalam terowongan-terowongan Hamas, yang tidak akan mengibarkan bendera putih. Gaza: kita tidak akan bisa mengalahkannya, merobohkan mereka, menghancurkan mereka, dan membunuh mereka. Akan tetapi kita tidak akan kembali ke lorong-lorong mereka.” (sumber:pip)

Posting Komentar

0 Komentar