Lebih Cepat dari Angin Berhembus


Oleh Ust. Ali Farkhan (UAF)*

Bulan Ramadhan sungguh telah menjadi bulan semangat dan giat bersedekah bagi orang-orang beriman.

Ashshooimuun (orang-orang yang berpuasa), bagaikan angin yang tak kelihatan, tapi terasa hembusannya. Hembusannya bisa membuat pohon-pohon bergoyang, mampu menerbangkan layang-layang hingga menggerakkan awan hitam.

Maka, orang yang berpuasa, ia akan begitu mudah mengeluarkan hartanya di jalan Allah, gemar membantu untuk mereka yang memerlukan, memberi untuk yang dikenal atau tidak.

Ia juga sangat mudah memaafkan, sangat senang minta maaf, sangat gemar memudahkan dan melapangkan kesempitan saudaranya.

Hingga orang-orangpun merasakan sejuknya angin sedekahnya, walau tak melihat orangnya.

Ini seperti disebutkan dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radiyallahu anhuma:

كَانَ النَّبِيُّ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِيْ رَمَضَانَ، حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ وَكَانَ جِبْرِيْلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ، فَكَانَ رَسُوْلُ الله حِيْنَ يَلْقَاهُ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِن الرِّيْحِ المُرْسَلَةِ

Artinya: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah orang yang amat dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan padanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan padanya Al-Qur’an. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditemui jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus.”

Inilah Ramadhan bulan sedekah, bulan kedermawanan. Mengikuti dzat Allah yang Maha Dermawan. Kedermawanan-Nya berlipat ganda sepanjang bulan suci Ramadhan. Bagaimana tidak? Segala pahala dilipatgandakan unlimited, segala kebururkan dihapus, dan segala dosa diampuni. Hingga tawaran malam seribu bulan (Lailatul Qadar).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri telah mengajarkan kita sebagai manusia yang paling dermawan, juga paling mulia, paling berani dan amat sempurna dalam segala sifat yang terpuji. Dan kedermawanan Nabi pada bulan Ramadhan berlipat ganda daripada bulan-bulan lainnya.

Baginda Nabi tak segan-segan memberi buka bagi orang-orang yang berpuasa untuk menjemput buka puasa Maghrib.

Sungguh tak patut menyebut pengikut Nabi, jika kita tak ikut arahannya, menjadi makhluk dermawan di bulan suci Ramadhan ini. Dan kedermawanan itu bukan untuk siapa-siapa. Hakikatnya akan kembali pada diri pelakunya sendiri. Allah pun akan menggantinya dengan tunai dan tuntas, di dunia, di akhirat apalagi.

Semoga kita termasuk yang ahli bersedakah, yang ikhlas dan diterima Allah. Aamiin.

Marhaban Yaa Ramadhan....

* Pengasuh Ma’had Tahfidz DTI Bekasi, Jabar.

Posting Komentar

0 Komentar