Yakhsyallah Mansur: 10 Langkah Wujudkan Kesatuan Umat


Muhajirun, Negararatu, Tsaqofah.com - Ketua Pembina Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud (SQABM), Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan setidaknya ada sepuluh langkah untuk mewujudkan kesatuan umat sebagai implementasi empat pilar kebangsaan.

Hal itu disampaikan oleh Yakhsyallah saat memberikan keynote speaker dalam acara Kuliah Umum Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran bersama wakil ketua MPR RI, Ahmad Muzani, bertema “Membedah tuntas empat pilar kebangsaan dalam perspektif NKRI warisan berharga para Ulama dan Syuhada”, pada Senin (25/2).

"Untuk dapat terwujudnya kesatuan dan persatuan dalam Quran Surat Assyura ayat 15 menyebutkan yang harus dilakukan adalah dakwah atau menyampaikan," katanya.

Langkah kedua adalah istiqomah, Ketiga, tidak mengikuti hawa nafsu atau berbuat semaunya sendiri tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.

Keempat menurutnya beriman kepada apa yang diturunkan Allah berupa al-Quran sebagai pedoman hidup dalam keseharian kita.

Kemudian kelima, agar manusia bisa berlaku adil kepada sesamanya tidak memandang suku, agama, ras, dan jabatan.

Ketua Pembina Ponpes al-Fatah itu melanjutkan, keenam langkah selanjutnya adalah mengakui Allah sebagai Tuhannya, penciptanya yang mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini

Ketujuh, meningkatkan dan memaksimalkan kinerja.

Kedelapan, hindari perdebatan karena melakukan sesuatu yang lebih baik merupakan anjuran dan sunah dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam.

"Melakukan sesuatu yang nyata itu lebih baik dari pada memperdebatkan sesuatu atau hanya omong saja," tegasnya.

Kesembilan, berkumpul atau berjamaah. Dia menyebutkan, Allah akan mengumpulkan dan menyatukan kita kelak di akhirat, maka sejak di dunia sebaiknya umat Islam harus bersatu, agar Allah menyatukan kita kelak.

"Dengan berjamaah rahmat turun, dan berpecah belah Allah akan menurunkan azab," tambahnya.

Kesepuluh, hanya kepada Allah tempat kita kembali.
[14:50, 2/28/2019] Stai Rahmi: Siapkan Generasi Berkualitas, Fatayat Jamaah Muslimin (Hizbullah) Adakan Konsolidasi se-Indonesia 

Mengingat pentingnya peran Muslimat sebagai penentu lahirnya generasi berkualitas, Fatayat Jamaah Muslimin (Hizbullah) mengadakan konsolidasi Fatayat se-Indonesia yang akan diselenggarakan pada 25-26 April 2019.

"Fatayat menempati posisi sebagai penentu lahirnya generasi berkualitas, karena nantinya dia sebagai guru pertama dan utama yang sangat menentukan dalam membentuk dan memperkokoh barisan pengawal perjuangan di masa mendatang," kata Ketua pelaksana, Safura Rizki Azizah 

Acara yang diselenggarakan di Aula At-taqwa Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah mengusung tema “Mempererat ukhuwah hingga ke jannah-Nya “.

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Tabligh Akbar Tahunan menyambut Bulan suci Ramadhan 1440H itu diharapkan terjalinnya ukhuwah dan merapatkan shaf membentuk satu barisan yang kuat dan kokoh dalam berjihad sesuai fitrahnya.

Safura menyampaikan tujuan diadakannya konsolidasi fatayat adalah menyatukan visi dan misi fatayat Jama’ah Muslimin (Hizbullah), mempererat ukhuwwah Islamiyah sesama fatayat, menggali potensi fatayat di tiap wilayah, merencanakan kaderisasi yang terstruktur, menindaklanjuti bahasan konferensi internasional Muslimat.

"Acara ini sebagai bentuk upaya kami untuk mempersiapkan kader guna menyatukan kekuatan umat Islam untuk bersatu dalam satu kepemimpinan merebut kembali kejayaan Islam dengan mengembalikan al-Aqsha ke pangkuan kaum Muslimin, lewat konferensi internasional Muslimat,"

Acara yang diisi dengan kegiatan indoor dan outdoor tersebut akan diikuti oleh 150 delegasi perwakilan dari seluruh cabang Jamaah Muslimin (Hizbullah), dari Sumatera, Jabodetabek, Jawa, Kalimantan, Indotim, termasuk Malaysia dan Filiphina.

"Acara ini khusus dan terbatas. Mereka yang dikirim yang benar-benar dipilih oleh pimpinan cabang mewakili wilayah yang memiliki komitmen dalam dakwah"

Acara tersebut akan dibuka dengan kegiatan outdoor yang bertujuan mengenal potensi yang dimiliki Fatayat oleh trainer dan motivator, Legisan dengan tema "Unlocking Potential Power", mengokohkan ukhuwah antar fatayat yang dipandu oleh UAR Al-Fatah, kemudian diisi dari Pembina Muslimat Pusat Jamaah Muslimin (Hizbullah), Maghfiroh.(rahmi)

Posting Komentar

0 Komentar