Ponpes Al-Fatah Berangkatkan Santrinya ke Madinah


Bogor, Tsaqofah.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Indonesia telah memberangkatkan seorang santrinya Muhammad Wihdan Hidayatulloh bin Wahyudi untuk melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah (UIM), Arab Saudi.
“Imaam Yakhsyallah dan para ikhwan telah melepas pemberangkatan Wihdan (Jumat) kemarin. Alhamdulillah, Wihdan sampai di Universitas Islam Madinah pada Sabtu dini hari,” kata Wahyudi ayah dari Wihdan, Sabtu (5/1).
Universitas Islam Madinah adalah lembaga ilmiah dan pengetahuan yang dirancang untuk menyampaikan risalah Islam melalui dakwah, pendidikan sarjana, pascasarjana, penulisan karya ilmiah, penerjemahan dan penyebarluasannya, serta menjaga warisan-warisan Islam.
Universitas Islam Madinah (UIM) telah berdiri sejak 1960 dan mengkhususkan pada Agama dan Bahasa Arab.
Muhammad Wihdan menjadi salah satu dari 236 putra Indonesia yang diterima masuk di UIM di tahun ajaran 2018-2019. Dia merupakan perwakilan dari Pondok Pesantren Al-Fatah yang mulai mengikuti kuliah di salah universitas ternama yang dikhususkan untuk mempelajari ilmu syar’i dan keagamaan tersebut.
“Jumlah pendaftar seluruh dunia ada 100 ribu, yang diterima hanya 3 ribu dan dari Indonesia yang tercatat pendaftaran lebih dari 10 ribu peserta yang diterima 236 orang,” ujar Wahyudi.
Muhammad Wihdan adalah putra dari Wahyudi Ks dan Maghfiroh. Ia lahir di Tasikmalaya pada Jumat, 13 Juni 1997.
Sebelumnya, ia pernah beramal shalih mengajar di Ma’had Imtiaz, Melaka, Malaysia pada 2016 dan mengajar Tahfidz di Ponpes di Padang. Muhammad Wihdan juga sudah menjadi imaam rowatib dan tarawih, serta pengajar tahsin selama Ramadhan, tiga tahun berturut-turut.
Muhammad Wihdan pernah mengikuti program Kemah Penghafal Al-Quran bertajuk “Tajul Waqar” yang digelar di Ponpes Al-Fatah Lampung selama dua bulan pada 2012 dan 2013. Dia juga sempat menyimakkan hafalan Al-Qurannya sebanyak 27 juz bersama ulama asal Gaza Palestina Syaikh Prof. DR. Abdurrahman Al-Jamal (Mudir Ma’had Darul Qur’an wa Sunnah Gaza Palestina) dan Syaikh Abu Hasyim.
“Pada program tersebut dia mendapatkan ijazah Tahfizh dari Ma’had Darul Qur’an was Sunnah, Gaza Palestina dengan derajat Mumtaz ma’a Asy Syaraf (Suma Cum Laude),” ungkap Wahyudi.
Wahyudi berharap putranya yang dapat menutut ilmu di Madinah tersebut sebagai wasilah menjadi anak yang soleh dan menjadi Ahli Tafsir, paham ilmu Agama, kemudian bisa bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan muslimin pada umumnya.
“Dari awal dia mempunyai cita-cita ingin menjadi ulama, makanya saya dorong karena saya ingin Wihdan bisa mengerti Islam secara kaffah,” tambahnya.(sumber: minanews.net)

Posting Komentar

0 Komentar