Tebing Basal Berusia 80 Juta Tahun di Turki Pikat Ribuan Wisatawan

Ilustrasi: Tebing basal. (Foto File - Anadolu Agency)
Bartin, Turki, Tsaqofah.comTebing basal langka di wilayah Turki utara telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer sejak dibuka untuk pariwisata awal tahun ini.
Sekitar 40ribu orang mengunjungi situs berusia 80 juta tahun di provinsi Bartin itu dalam empat bulan pertama setelah pembukaan resmi, menurut seorang pejabat pariwisata setempat.
Di pantai Guzelcehisar, Bartin, di pantai Laut Hitam, tebing dengan kolom-kolom yang terbentuk saat lava mengalir dari gunung berapi dan dikristalisasi saat pendinginan, memberi pemandangan yang menakjubkan dengan kolom geometris.
Kolom-kolom itu mengubah area tersebut - sekitar 17 kilometer (10,5 mil) dari pusat kota - menjadi keajaiban alam, Fuat Dursun, direktur budaya dan pariwisata provinsi, mengatakan kepada Anadolu Agency.
“Bagian terbesar di kawasan ini adalah kolom basalt yang berumur 80 juta tahun. Lava yang mengalir dari gunung berapi, berkerut dan membentuk pola fraktur. Dengan demikian, kolom berbentuk menjadi segi lima dan segi tujuh,”katanya.
Dursun mengatakan, formasi di Guzelcehisar ini berbeda dari contoh-contoh lain di dunia.
“Kolom-kolom basalt di dunia adalah horizontal, kolom kami horizontal dan vertikal.”
Untuk alasan ini, kata Dursun, pihak berwenang ingin membuka daerah untuk pariwisata serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat di bawah proyek yang dilakukan bersama dengan Universitas Bartin.
Mengutip jumlah pengunjung yang menjadi catatan penting, Dursun mengatakan tujuan pemerintah setempat adalah untuk meningkatkan jumlah pengunjung hingga 100ribu-200ribu.
"Akan membuka kolom-kolom basal untuk pariwisata internasional dan menjadikannya sebagai fokus yang menarik bagi wisatawan domestik dan asing," sebut dia.
Restoran, kafe, dan rumah bungalow nantinya juga akan dibangun sebagai bagian dari proyek di sekitar jalur jalan kayu.
Kolom-kolom basal terlihat juga ada di Irlandia Utara, Skotlandia dan California. Sementara mereka hanya terlihat di kawasan Bartin di Turki, menurut pejabat setempat.
Daerah tersebut telah ditetapkan sebagai monumen alam oleh Kementerian Pertanian dan Kehutanan Turki pada 2017. (sumber: Anadolu Agency)

Posting Komentar

0 Komentar