Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Azkar Galang Bantu Gempa Lombok-Palu

Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Azkar

Pamulang Barat, Tsaqofah.com – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Azkar menggalang bantuan untuk bencana gempa yang terjadi di Lombok dan Palu Sulawesi Tengah. Ini sebagai wujud keprihatinan atas bencana yang terjadi di Indonesia.

Hal ini dikatakan Ali Rahmat  Pendiri Sekolah Islam terpadu (SIT) Al-Azkar (TK-SD-SMP-SMAIT) di pamulang barat dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (14/11). "Seperti bencana gempa yang terjadi di Lombok sekitar 7 SR, dilanjutkan gempa terdashyat di Palu  Sulawesi Tengah yang menyebabkan Tsunami dan likuefaksi yang menelan puluhan ribu jiwa meninggal dunia dan hilang," kata Rahmat.

Saat ini, dikatakan Rahmat, hampir merata di pulau Sumatera dan Jawa terjadi banjir dan longsor, tidak terkecuali sebagian wilayah Banten dan Tanggerang Selatan juga memiliki potensi bencana yang tidak kalah besar baik potensi bencana gempa dan tsunami dari potensi Sunda megathrust di wilayah Banten,

"Dan juga sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Tangsel di lalui Sesar/patahan baribis pada 22 Januari 1780 pernah terjadi gempa sebesar 8,5 SR yang memporak porandakan sebagian besar Depok, Bogor dan Tangerang Selatan. Tentu kita berdoa semoga potensi bencana besar tersebut tidak terjadi di wilayah Tangsel dan sekitarnya," harapnya.

Rahmat mengatakan, Tangsel harus menjadi bagian dalam menggalang dana untuk bencana alam seperti bencana social dan alam. "Kita harus siap melindungi keluarga dan masyarakat untuk menghadapi bencana, bagi yang terkena bencana mereka harus siap siaga, kuat dan sabar. Sedangkan kita yang tidak kena bencana harus membantu sekuat kita bisa," ujarnya.

Seandainya setiap orang tua menyiapkan keluarganya paham dan membekali ilmu dan keahlian menghadapi bencana, di sekolah sekolah setiap guru mengajarkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada siswa maka Insya Allah kalaupun suatu saat terjadi bencana maka kita bisa minimalisasi korban jiwa dan kerugian karena bencana.

"Sejak awal berdirinya sekolah ini , setiap bencana yang terjadi baik bencana lokal, nasional dan global saya ajak semua guru, siswa untuk mengumpulkan bantuan. Di waktu yang lain kami undang Lembaga professional seperti Aksi Cepat Tanggap untuk bisa memberikan edukasi siap siaga bencana kepada guru dan murid-2 kami di sekolah, ini spirit Sekolah Peduli Kemanusiaan, semoga semakin banyak sekolah lainnya yang mengikuti langkah kami," tambahnya.

Sementara Ibnu Khajar VP ACT mengatakan, pihaknya salalu membiasakan melatih kepedulian anak-anak sejak dini itu sangat bagus, juga edukasi tentang bencana dan cara menghadapinya juga harus dilakukan sejak dini akan sangat bagus, mengingat Indonesia adalah supermarket bencana karena hampir semua bencana ada dan pernah terjadi di Indonesia.

"Pagi ini anak-anak SIT Al-Azkar, dan santri Pesantren (MTS dan SMAIT) berkumpul di tengah lapangan mereka sangat antusias. Teriakan yel yel, simulasi siaga bencana, nasihat dan pengenalan bencana disampaikan untuk menyiapkan setiap kita bersiap siaga selalu," ungkap Ibnu.

SIT Al-Azkar pamulang me-launching Sekolah Peduli Kemanusiaan, "Semoga sekolah-sekolah di Tangsel, Banten bahkan di Indonesia dapat mengikuti langkah baik ini, sebagai bagian dari pengurangan resiko mitigasi bencana. Insya Allah di waktu kedepan berharap sekolah-sekolah lainnya akan lahir sekolah peduli kemanusiaan".

"Untuk bencana gempa Palu-Donggala Sulteng dari siswa SIT Al-Azkar terkumpul bantuan Rp. 18.220.000,- sedangkan dari pesantren Al-Azkar terkumpul Rp. 18.116.300,-, Insya Allah gempa yang jauh di Palu Sulteng saja kita bantu, apalagi terjadi bencana di Banten atau di Tangsel pasti kami akan lebih semangat untuk memberikan bantuan", menurut Ali Rahmat. (KMH)



Posting Komentar

0 Komentar