Pesantren Tahfidz Qur'an Al-Fatah dan Warga Citeureup Tolak LGBT

(Santri Ponpes Tahfidz Al-Fatah menolak LGBT. Foto: Abdilah N)

Citeureup, Bogor, Tsaqofah.com - Aksi menolak LGBT sebagai penyakit masyarakat bukan hanya ditunjukkan oleh masyarakat di beberapa tempat di Indonesia. Aksi serupa juga dilakukan oleh Pesantren Tahfidz Qur'an Al-Fatah dan warga Citeureup Kab. Bogor, Selasa (12/11).

Menurut Nur Abdillah, salah satu pengasuh pesantren tahfidz Qur'an Al-Fatah mengatakan LGBT adalah penyakit umat, bukan fitrah dan sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

"Aksi dan pemasangan spanduk ini sebagai bentuk kepedulian pesantren dan warga Citeureup atas perilaku menyimpang. Yang jelas, kita sebagai umat Islam khususnya pesantren dan warga Citeureup menolak keras LGBT," katanya.

Tolak LGBT

Aksi dan pemasangan spanduk bertuliskan "Tolak LGBT Penyakit Masyarakat" akan terus berkembang dan diikuti oleh berbagai kalangan dari umat Islam di seluruh Indonesia.

Seperti yang terlihat dibeberapa sudut kota Bogor, Cileungsi, Cibubur dan sekitarnya, spanduk-spanduk yang menunjukkan umat Islam menolak LGBT banyak yang sudah terpasang. 

"Ini artinya, kepedulian umat Islam terhadap faham-faham dan perilaku yang akan merusak akidah dan akhlak umat harus segera diatasi. Sebab bukan tidak mungkin, jika umat Islam cuek dengan kasus seperti LGBT dan lainnya yang merusak ini, generasi yang akan datang akan menganggap itu adalah hal yang lumrah," ujar Abdillah yang juga staf Majelis Dakwah Pusat Jama'ah Muslimin (Hizbullah).

Bagaimanapun LGBT adalah penyakit yang sudah ada sejak jaman Nabi Luth AS. Bukan tidak mungkin, LGBT akan merambah keseluruh pelosok negeri yang mayoritas umat Islam jika kepedulian umat sendiri tidak terus ditingkatkan. (Ba)






Posting Komentar

0 Komentar