Pentingnya Berhias bagi Muslimah (bag. 3 habis)

lanjutan


Jauhilah cara berhias yang dilarang oleh Islam

Tidak diperbolehkan utk berhias dgn cara yang dilarang oleh Islam, yaitu: Pertama, memotong rambut di atas pundak karena menyerupai laki-laki, kecuali dalam kondisi darurat. “Aku berlepas diri dari wanita yang menggundul rambut kepalanya, berteriak dengan suara keras dan merobek-robek pakaiannya (ketika mendapat musibah).” (HR. Muslim)

Kedua, Menyambung rambut. “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dengan rambut lain dan wanita yang meminta agar rambutnya disambung.” (HR. Bukhari Muslim).

Ketiga, Menghilangkan sebagian atau seluruh alis. Tertera dalam Shahih Muslim bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallau ‘anhu berkata, “Allah melaknat wanita yang mentato bagian-bagian dari tubuh dan wanita yang meminta utk ditato, wanita yang mencukur seluruh atau sebagian alisnya dan wanita yang meminta untuk dicukur alisnya, dan wanita yang mengikir sela-sela gigi depannya utk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla.”

Keempat, Mengikir sela-sela gigi, yaitu mengikir sela-sela gigi dgn alat kikir sehingga membentuk sedikit kerenggangan utk tujuan mempercantik diri. Kelima, Mentatto bagian tubuhnya. Keenam, Menyemir rambut dengan warna hitam.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Pada akhir zaman akan ada suatu kaum yang mewarnai (rambutnya) dgn warna hitam seperti dada burung merpati, mereka tak akan mencium baunya surga.” (Shahih Jami’ush Shaghir no. 8153)

Berhati-hati dalam memilih cara berhias

Sesungguhnya cara berhias sangatlah banyak dan beragam. Hendaknya seorang muslimah berhati-hati dalam memilih cara berhias, di antaranya adalah sebagai berikut: Pertama, Tidak boleh menyerupai laki-laki. “Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat seorang wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Abu Daud)

Kedua, Tidak boleh menyerupai orang kafir. “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk mereka.” (HR. Ahmad & Abu Daud).

Ketiga, Tidak boleh berbentuk permanen sehingga tak hilang seumur hidup misalnya tatto & tak mengubah ciptaan Allah misalnya operasi plastik. Hal ini disebabkan termasuk hasutan setan sebagaimana diceritakan oleh Allah, “Dan akan aku suruh mereka merubah ciptaan Allah & mereka pun benar-benar melakukannya.” (Qs. An Nisa: 119).

Keempat, Tidak berbahaya bagi tubuh. Kelima, Tidak menghalangi air utk bersuci ke kulit atau rambut.
Keenam, Tidak mengandung pemborosan atau membuang-buang uang. Ketujuh, Tidak membuang-buang waktu sehingga kewajiban lain terlalaikan. Kedelapan, Penggunaannya jangan sampai membuat wanita sombong, takabur, membanggakan diri dan tinggi hati di hadapan orang lain.

Wanita santun lebih baik daripada wanita pesolek

Kita tahu banyak wanita yang berdandan secara berlebihan dan bepergian keluar rumah tanpa mengenal batas waktu dgn mengatasnamakan ‘Inilah rupa kemajuan dan modernitas’. Sesungguhnya kemajuan dan modernitas bukanlah dengan menentang perintah dan larangan Allah. Ketahuilah Allah Maha Tahu apa yang baik dan buruk utk hambaNya. Mengikuti kemajuan adalah mengambil hal-hal bermanfaat yang dapat memajukan umat dan membantu kita untuk hidup lebih baik. Dan kita harus memandangnya dari kaca mata kebenaran. Kita mengambil hal-hal yang sesuai tuntunan Islam dan meninggalkan hal-hal yang bertentangan dengan Islam.

Jauhilah berhias yang dilarang oleh syari’at, wahai saudariku. Sungguh wanita yang keluar rumah dengan penampilan yang berlebihan sebenarnya dia melemparkan dirinya ke dalam api neraka. Sedangkan wanita yang menghiasi jiwanya dgn kesantunan dan berhias sesuai tuntunan Islam adalah wanita yang menempatkan dirinya pada tempat yang mulia.

Berhias yang Dilarang Syariat
Perhiasan kepala. Cara berhias yang dilarang pada kepala meliputi: Perhiasan Rambut. Adapun larangan berkaitan dengan hal ini seperti:
1.  Membuka rambut dan leher tanpa jilbab. Banyak wanita yang mengaku muslimah masih menanggalkan jilbab.Bahkan ada yang sudah menutup kepalanya namun sebatas dengan kerudung kecil, tipis dan transparan. (Hayati Qs. al-Ahzab [33]: 59)
2.  Mencukur gundul atau pendek menyerupai laki-laki. (dikecualikan karena sakit atau untuk operasi)
Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Aku berlepas diri dari wanita yang menggundul rambut kepalanya, berteriak dengan suara keras dan merobek-robek pakaiannya (ketika mendapat musibah).” (HR. Muslim)
3. Mencabut uban. Seringkali wanita yang sudah mulai tumbuh uban tidak PD dengan penampilannya.Akhirnya mereka mencabuti uban tersebut. Padahal Nabi Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda, “Janganlah kalian mencabut uban, tidaklah seorang muslim beruban dalam Islam walaupun sehelai melainkan kelak akan menjadi cahaya baginya di hari kiamat.” (HR. Abu Dawud)
4. Mewarnai rambut yang telah beruban dengan warna hitam. Nabi Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda, “Rubahlah (warnailah) ia dan jauhilah warna hitam.”  (HR. Muslim, Nasai, dan Abu Dawud)
5.  Menyambung rambut. Menyambung rambut juga dilarang di dalam Islam. Nabi sholallohu alaihi wasallambersabda:“Bahwasanya Nabi sholallohu alaihi wasallam  melaknat wanita yang menyambung rambut) dan wanita yang minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhori)

Mencukur alis, mengikir gigi, dan memasang behel gigi. Mencukur alis kerap kali dilakukan wanita demi tampil menawan. Padahal Nabi Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda, “Allah Ta’ala melaknat perempuan-perempuan yang mentato dan yang minta ditato, dan yang mencabut atau mencukur rambut (alis) dan yang mengikir gigi untuk memperindah penampilan, Perempuan-perempuan yang mengubah ciptaan Alloh Ta’ala….” (HR. Bukhori dan Muslim)

Perhiasan tangan. Memakai kuteks kuku yang menghalangi air wudhu meresap ke dalam kulit. Hal ini terlarang karena menghalangi kesempurnaan ibadah
·         Memanjangkan kuku dan menyambungnya. Perkara ini terlarang karena bertentangan dengan sunnah fitroh. Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Lima perkara termasuk fitrah: khitan, membersi­hkan bulu rambut di sekitar kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Bagi seorang muslim atau muslimah tidak boleh membiarkan lima perkara tersebut melebihi 40 hari. Anas rodhiallohu anhu ber­kata, “Rosululloh memberi waktu kepada kami dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kem­aluan, tidak boleh dibiarkan melebihi 40 hari.” (HR. Muslim)

Perhiasan badan dan pakaian. Tato di badan juga mulai marak dilakukan oleh para wanita. Padahal tato merupakan cara berhias jahiiyah yang dilaknat Alloh Ta’ala.
1.   Pakaian ketat. Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Dua kelompok penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: (pertama) sekelompok kaum yang mereka mempunyai pecut seperti buntut sapi yang dengannya mereka memukul manusia dan (kedua) para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan berlenggak-lenggok, kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak pula mendapati baunya padahal bau surga dapat dicium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
2. Keluar dengan aroma parfum. Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”  (HR. Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa haditsini shohih).

Namun sayang, masih banyak wanita yang mengaku ahli Sunnah tapi keluar masih tercium bau wangi semerbak darinya. Apakah ia tidak takut kepada Allah Ta’ala melalui lisan NabiNya bahwa wanita yang melakukan hal itu disebut sebagai pezina! Na’uzubillah

Perhiasan kaki. Adapun perhiasan kaki yang dilarang seperti: memakai sepatu tumit tinggi, memakai gelang kaki yang ditampakkan, rok pendek, celana ketat, transparan meskipun lebar. Saudariku kaum muslimah yang dirahmati Allah Ta’ala, Apa artinya tampil “cantik” jika harus menanggung siksa di akhirat? Mudah-mudahan Allah Ta’ala menyelamatkan kita para muslimah dari berbagai tipu daya setan dalam berhias diri. Wallahua’lam. (Ummu Tsaqib Ash Shahafy)


Posting Komentar

0 Komentar