Pentingnya Berhias Bagi Muslimah (bag. 1)


Oleh Ummu Tsaqib Ash Shahafy

Tampil cantik, anggun, indah dan memesona adalah dambaan para wanita (muslimah). Berbagai macam cara ditempuh banyak wanita demi meraih predikat tersebut. Sebenarnya berhias sendiri merupakan perkara yang dibolehkan selama tidak melanggar aturan syar’i. Namun sayangnya banyak wanita muslimah yang tidak memperhatikan etika Islami ketika berhias. Bahkan dengan bangga berhias dengan cara jahiliyah. Na’udzu billahi min dzalik.

Tsaqofah.com - Tahukah muslimah, Islam memiliki tuntunan dalam berhias? Dalam kitab Shahih Bukhari disebutkan sebuah hadis shahih dari Ibnu Mas’ud radhiyallhu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.”

Dalam sebuah hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Al Handhalliyah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda kepada para sahabatnya ketika mereka hendak mendatangi saudara mereka, “Kalian akan mendatangi saudara-saudara kalian. Karenanya perbaikilah kendaraan kalian, dan pakailah pakaian yang bagus sehingga kalian menjadi seperti tahi lalat di tengah-tengah umat manusia. Sesungguhnya Allah tak menyukai sesuatu yang buruk.” (HR. Abu Dawud & Hakim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mengkategorikan kondisi dan pakaian yang tak bagus sebagai suatu hal yang buruk. Semuanya itu termasuk hal yang dibenci oleh Islam. Islam mengajak kaum muslimin secara keseluruhan untuk selalu berpenampilan bagus. Bertolak dari hal itu, seorang muslimah tak boleh mengabaikan dirinya dan bersikap tak acuh terhadap penampilan yang rapi dan bersih, terlebih lagi jika sudah membina rumah tangga. Hendaknya ia senantiasa berpenampilan yang baik dgn tak berlebih-lebihan.Muslimah yang cerdas akan senantiasa menyelaraskan antara lahir & batin. Perhatiannya pada penampilan yang baik bersumber dari pemahaman yang baik pula terhadap agamanya. Karena penampilan yang rapi & bersih merupakan hal yang mulia.

Tuntunan Islam dalam Berhias

Pertama, kebersihan badan adalah kuncinya. Sudah seharusnya seorang wanita menjaga kebersihan badannya dgn mandi. Dari Abu Hurairah radhiyallau ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Dari Abi Rofi’, ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada suatu malam berkeliling mengunjungi beberap istrinya (untuk menunaian hajatnya), maka beliau mandi setiap keluar dari rumah istri-istrinya. Maka Abu Rofi’ bertanya, ‘Ya, Rasulullah, tidakkah mandi sekali saja?’ Maka jawab Nabi,  ‘Ini lebih suci dan lebih bersih.’” (Ibnu Majah & Abu Daud, derajat haditsnya hasan)

Mandi dapat menghilangkan kotoran sehingga menjauhkan seorang muslimah dari penyakit dan menjaga agar badannya tak bau. Sehingga ia pun akan menjadi dekat dgn orang-orang di sekitarnya (suami, anak-anaknya dan kaum hawa).

Hendaklah seorang wanita juga menjaga hal-hal yang termasuk fitrah yaitu memotong kuku dan memelihara kebersihannya agar tak panjang atau kotor. Kuku yang panjang akan tampak buruk dipandang, menyebabkan menumpuknya kotoran di bawah kuku dan mengurangi kegesitan pemiliknya dlm bekerja.
Hal lain yang termasuk fitrah adalah mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan. Hal ini sangat dianjurkan dlm Islam, selain dapat menjaga kebersihan dan keindahan tubuh seorang muslimah.

Oleh karenanya, seorang muslimah hendaknya tak membiarkannya lebih dari 40 hari. Dari Abu Hurairah radhiyallau ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Lima hal yang termasuk fitrah (kesucian): mencukur bulu kemaluan, khitan, menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku.” (HR. Bukhari Muslim).

Kedua, perhatikanlah mulut karena dengannya engkau berdzikir dan berbicara kepada manusia. Wanita muslimah hendaknya selalu menjaga kebersihan mulutnya dgn cara membersihkan giginya dgn siwak atau sikat gigi dan alat pembersih lain jika tak ada siwak. Bersiwak dianjurkan dlm setiap keadaan dan lebih ditekankan lagi ketika hendak berwudhu’, akan shalat, akan membaca Al Qur’an, masuk ke dlm rumah & bangun malam ketika hendak shalat tahajjud. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya tak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan kepada mereka utk bersiwak setiap kali akan shalat.” (HR. Bukhari - Muslim).


Selain itu, hendaknya seorang muslimah menjaga mulutnya dari bau yang tak sedap. “Barangsiapa yang makan bawang merah dan bawang putih serta kucai, maka janganlah dia mendekati masjid kami.” (HR. Muslim). Karena bau yang tak sedap mengganggu malaikat & orang-orang yang hadir di dlm masjid serta mengurangi konsentrasi dlm berdzkikir. Maka hendaknya seorang muslimah juga menjaga bau mulutnya di mana pun ia berada.

Posting Komentar

0 Komentar