Pemerintah Arab Minta Investornya Gunakan Jalur Resmi di Indonesia

Pekerja menyelesaikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada 21 Februari 2018. Investor dari Arab Saudi mulai banyak terlibat dalam sejumlah proyek di Indonesia sejak kunjungan Raja Salman, tahun lalu. (Eko Siswono Toyudho - Anadolu Agency)

Jakarta, Tsaqofah.com - Pemerintah Arab Saudi menyatakan kerja sama dalam bidang perdagangan dengan Indonesia mengalami peningkatan sejak Raja Salman bin Abdulaziz berkunjung pada Maret tahun lalu.

“Perlu kita sampaikan di sini bahwa setelah kunjungan yang mulia bapak Presiden Joko Widodo dan juga Raja Salman bin Abdulaziz ke Indonesia, volume perdagangan kedua negara meningkat,” ujar Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dalam konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Selasa.

Menurut Osama, kenaikan volume perdagangan tersebut dari USD3,5 miliar (Rp52 triliun) menjadi USD4 miliar. Osama memastikan transaksi perdagangan yang meningkat karena banyaknya pertanyaan tentang minimnya investasi Arab Saudi di Indonesia.

Osama menjelaskan, saat kunjungan Raja Salman kedua negara melangsungkan pembahasan kerja sama dan penandatanganan kesepakatan perdagangan dengan nilai sekitar USD5 miliar.

Tidak hanya itu, kata Osama, sekitar enam bulan lalu disepakati penanaman modal di bidang properti senilai USD6 miliar.

Lebih lanjut, Osama berujar, ada juga kerja sama tripartit yaitu antara Indonesia, Arab Saudi dan Amerika di bidang pengembangan pariwisata di Lombok. Dalam perjanjian dicapai  kesepakatan senilai sekitar USD1 miliar.

“Maka dengan pemaparan tadi bisa dikatakan neraca perdagangan antara kedua negara setelah kunjungan raja mencapai sekitar 10 miliar dolar,” sebut Osama.
Dampak lain dari kunjungan Raja Salman, kata Osama, juga dapat dilihat dengan banyaknya pelaku bisnis Arab Saudi yang berbondong-bondong menanamkan investasinya di Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi, kata Osama, juga telah menyampaikan pesan kepada para pelaku bisnis agar kerjasama investasi ataupun perdagangan di Indonesia dilakukan secara resmi melalui saluran resmi pemerintah.

“Serta dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Arab Saudi sehingga dapat menjamin perdagangan mereka di Indonesia,” tukas Osama.(sumber: Anadolu Agency)

Posting Komentar

0 Komentar