Indonesia Darurat Matematika, Pola Ajar HOTS akan Diperkuat

Mendikbud Muhadjir Effendy

Jakarta, Tsaqofah.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku telah mendeteksi gejala darurat matematika pada peserta didik di Indonesia. Karena itu, sebagai solusi pemerintah bakal lebih memperkuat pola ajar bernalar tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS).

"Karena itu tahun ini kita juga sudah memberlakukan ujian nasional dengan standar HOTS untuk merespon ketertinggalan siswa-siswa kita di dalam matematika," kata Muhadjir di Gedung A Kemendikbud, Selasa (13/11).

Dia mengatakan, melalui pola ajar dan ujian yang berstandar HOTS diharapkan mampu mengasah otak siswa untuk mencerna mata pelajaran lain. Seperti mapel IPA, bahasa Indonesia dan materi lain yang diperlukan untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Seperti dikutip dari Republika.co.id.

"Di era digital dan revolusi industri 4.0 ini kan siswa harus menguasai keterampilan 4C yang terdiri dari critical thinking, collaboration, communication skill dan creativity dan saya tambahkan satu lagi yaitu percaya diri," jelas dia.

Untuk mengoptimalkan pola ajar HOTS di kelas, kata Muhadjir, Kemendikbud juga telah melakukan pelatihan secara besar-besaran kepada guru matematika dan IPA. Pelatihan itu dimaksudkan agar guru juga memahami bagaimana esensi dari proses belajar yang bernalar tinggi atau HOTS.

"Kita juga bekerja sama dengan beberapa pihak termasuk yang agak masif dengan perusahaan Casio untuk pengenalan matematika dengan menggunakan kalkulator dalam penalaran HOTS," jelas dia.

Karena itu dia berharap, upaya yang kini telah dilakukan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyerap materi matematika di sekolah. Begitu pun guru diharapkan mampu meningkatkan mutu ajarnya.

Posting Komentar

0 Komentar