Trump Ingin Presiden Assad Dibunuh Setelah Serangan Kimia

Washington, Tsaqofah – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan agar Presiden Suriah Bashar Assad segera dibunuh tahun lalu setelah serangan kimia terhadap warga sipil, menurut sebuah buku baru.
Pengungkapan itu muncul dalam cuplikan buku berjudul “Fear”, yang ditulis oleh reporter Watergate terkenal, Bob Woodward, yang diterbitkan di Washington Post. Demikian Arab News melaporkan, Rabu (5/9).
Menurut buku itu, Trump yang marah mengatakan kepada Menteri Pertahanan Jim Mattis bahwa ia ingin agar nyawa presiden Suriah itu dihabisi setelah serangan senjata kimia pada April 2017.
Serangan kimia di wilayah Khan Sheikhoun di Provinsi Idlib menewaskan puluhan warga sipil dan membuat anak-anak yang tepapar racun kejang-kejang  dan susah bernafas. Insiden itu mengejutkan dunia.
Menjawab permintaan Trump, Mattis mengatakan kepada pemimpin AS tersebut bahwa dia akan “langsung melakukannya (membunuh Assad)”. Tetapi di tengah jalan ia malah mengembangkan rencana untuk serangan udara yang tidak mengancam Assad secara pribadi, klaim buku itu.
Beberapa hari setelah serangan kimia, AS melakukan serangan rudal terhadap pangkalan udara rezim Suriah. Itu menandai pertama kalinya Gedung Putih memerintahkan tindakan militer langsung terhadap pasukan Assad dalam perang enam tahun kemudian.
Di sisi lain, Barack Obama telah banyak dikritik karena kelambanan Amerika Serikat di Suriah dan karena mundur dari “garis merah” terkait penggunaan senjata kimia sebagai pembenaran untuk intervensi militer AS.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar tentang ini atau aspek lain dari kutipan. Pentagon juga menolak berkomentar mengenai isi buku itu.
Bob  Woodward adalah wartawan yang membongkar kecurangan dalam kampanye pemilihan Richarfd M. Nixon sebagai Presiden, populer disebut sebagai kasus Watergate, yang menyebabkan Nixon di-impeachment sehingga harus mundur sebagai Presiden sebelum masa jabatan empat tahunnya berakhir. (minanews.net)

Posting Komentar

0 Komentar