JPH Ajak Perguruan Tinggi Terlibat dalam Masalah Halal

Serang, Tsaqofah – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Sukoso mengajak perguruan tinggi untuk dapat terlibat dalam jaminan produk halal (JPH).
“Perguruan tinggi penting untuk terlibat menyambut industri halal, terutama dalam memberikan dukungan SDM dan pemeriksaan kehalalan produk,” kata Sukoso saat menjadi narasumber pada seminar internasional, di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten, Rabu (26/09), demikian dikutip dari laman Kemenag.
Pada kesempatan tersebut BPJPH juga menandatangani nota kesepahaman dengan UIN SMH terkait kerjasama dalam bidang Jaminan Produk Halal dan Pengembangan Kelembagaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).
Turut hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dies natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SMH ke-3, Direktur Muslim Studi Center Chulalongkorn University Thailand Srawut Aree, dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi.
Setelah penandatangan MoU ini, Sukoso berharap UIN SMH dapat semakin terlibat dalam Jaminan Produk Halal (JPH). Ia melanjutkan bagi dosen, halal bisa menjadi bahan kajian penelitian, sedangkan bagi mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengabdian masyarakat.
“UIN Banten bisa membangun halal foodcourt di masyarakat”, tantang Sukoso.
Sukoso juga menegaskan bahwa halal bukan hanya untuk muslim, tapi untuk manusia.
“Sesuai dengan QS. Albaqarah 168 yang menyebutkan “hai manusia, bukan hai kaum muslimin,” tegas Sukoso.
Menurut Sukoso, kebijakan halal ini merupakan komitmen politik berupa lahirnya UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang JPH. Untuk itu mari dilaksanakan dan jaga bersama.
Karena belum menerapkan JPH, Sukoso  mencontohkan Indonesia kalah oleh Brazil dalam perdagangan ayam.
“Kita tidak bisa menolak ayam dari mereka dengan alasan tidak halal, karena mereka mengetahui bahwa di pasar-pasar tradisional kita ayam yang diperdagangkan juga belum bersertifikat halal” kata Sukoso. (minanews.net)

Posting Komentar

0 Komentar