Al-Aqsa Working Group Adakan Kunjungan Muhibbah ke Inggris

Rombongan Al-Aqsa Working Group (AWG) siap berangkat ke Inggris dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis, 27 September 2018. (Foto: Sakuri/MINA)

Jakarta, Tsaqofah - Lembaga kemanusiaan Al-Aqsa Working Group (AWG) mengirim delegasi atau kunjungan muhibbah ke Inggris, 27 September – 10 Oktober 2018.
Delegasi terdiri dari Pembina AWG Imaam Yakhsyallah Mansur, Ketua Umum AWG Agus Sudarmaji bersama pengurus AWG lainnya KH. Umar Rashid Hasan dan Arief Rahman yang juga salah satu pimpinan Kantor Berita MINA akan bertolak dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang menuju London, ibukota Inggris, Kamis malam ini (27/9).
Ketua Umum AWG Agus Sudarmaji menjelaskan, program 10 hari kunjungan Muhibbah tersebut diantaranya menghadiri undangan Konferensi Internasional yang diselenggarakan Middle East Monitor (MEMO) yang bertajuk “25th Oslo Accord, The Broken Promise (25 Tahun Kesepakatan Oslo, Perjanjian yang Runtuh),” di London pada Sabtu depan (29/9).
“Program ini bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan persatuan ummat untuk upaya pembebasan Masjid Al-Aqsha dan kemerdekaan Palestina,” kata Agus kepada MINA, Kamis.
Konferensi tersebut akan membahas mengenai Kesepakatan Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993, yang seharusnya menghasilkan penyelesaian akhir konflik Palestina-Israel setelah periode interim lima tahun.
Namun hingga kini, tujuan itu tidak pernah terwujud dengan tujuh masalah ‘status permanen’ yang belum dinegosiasikan. Sebagaimana dalam daftar Deklarasi Prinsip (DOP) dengan urutan berikut: (1) status Yerusalem, (2) pengungsi Palestina, (3) permukiman ilegal Israel, (4) pengaturan keamanan, (5) perbatasan, (6) hubungan dan kerjasama dengan negara tetangga lainnya, dan (7) masalah lain yang menjadi kepentingan bersama.
“Hingga kini situasi makin buruk di Palestina. Oleh karena itu, tidak dapat dihindarkan bahwa pengabaian hukum internasional dalam proses (Kesepakatan) Oslo akan mengarah pada jalan buntu,” tegas Agus.
Dia juga menjelaskan, delegasi juga akan melakukan silaturahim kepada sejumlah tokoh dan pemimpin Muslim Inggris dan mengadakan kunjungan ke komunitas-komunitas Muslim dan organisasi kemanusiaan di sana.
“Kami ingin menyambung silaturahim dengan kaum muslimin di Inggris baik secara individual maupun institusional dan membuka peluang kerja sama dalam rangka pengembangan ummat melalui dakwah dan tarbiyah,” ujarnya.
Agus mengungkapkan, dalam program Muhibbah ini delegasi diagendakan akan diwawancarai oleh media-media internasional di antaranya Al-Jazeera dan Al-Hiwar.
Al-Aqsa Working Group (AWG) adalah lembaga dalam lingkungan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum muslimin untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha. Lembaga AWG dibentuk berdasarkan keputusan yang dihasilkan oleh Sidang Akhir Al-Aqsa International Conference di Jakarta, pada 20 Sya’ban 1429H atau 21 Agustus 2008 M.
Sementara itu, MEMO merupakan media Inggris yang konsen dengan isu-isu Timur Tengah, Khsusnya Palestina. Pimpinan MEMO, Daud Abdullah beberapa kali mengunjungi Indonesia menghadiri konferensi tentang Palestina. Pada 2016 lalu, MINA dan MEMO melakukan kerjasama pertukaran berita. (minanews.net)

Posting Komentar

0 Komentar